neobux

IDR PTC

Sunday, November 9, 2008

[For Sale] The Reference tube headamp “microHEAD”

We used to pay attention and concern about headphone user and tried to accommodate their music necessity. But along the way, their behavior seems just like psychopath person which specification and material price are the only considering factors in music listening. Time passed by, we return to the path which deliver good music to the people at low price without an exception, to the headphone or earphone user too. So, here it is, microHEAD, tube headamplifier.






It use all solid black metal body design with some art curves and lines and small acrylic window so we can see the tube glowing inside and able to drive headphone with impedance until 300 Ohm. The power supply unit is separated from the body so it can eliminate the hum and noise.

Specification:
• 1 dual triode tube 6AK5
• 1 pair RCA input
• 1 power adaptor input
• 1 minijack output 3.5mm
• Power output 0.5w / ch
• Size: W 18cm x D 10cm x T 7cm
• Mass: approximately 500 gram

Price: Rp. 1.500.000

Contact:
My YM or email, subject: microHEAD

2 comments:

ady said...

Sekilas tentang Micro Head

Mmmmm... 2 minggu setelah Micro Head dirilis, akhirnya tadi sabtu 15 Des
siang disempetin dateng ke TR setelah lumayan lama gak dateng.

So many new TR product appear there, ada MiniAX3, Micro Me, dan Micro
Head.

Seperti tujuan, pengujian dengar lebih difokuskan pada Micro Head yang
merupakan Amp Khusus untuk Headphone.

Bermodalkan 2 headphone yang sudah akrab dengan keseharianku: AKG K501
dan Alessandro MS-Pro, uji dengar iseng dimulai.

Source: DVD Denon (type apa ya? yg ko Djon pny)
IC: Custom TR (yg standard aja koq)
Amp: Micro Head

Test 1) Andrea Bocelli~ Amor

track 1: Besame Mucho, lagu dengan karakter romantik intimate,
mmmmm..... secara umum bagus dan enak untuk dinikmati, namun
sepertinya ada yg kurang dari lagu tersebut dimana music yang
disampaikan agak terlalu tegas dan kurang memberikan sentuhan kelembutan.

track 2: Cancion Desafinada, lagu dengan karakter santai, lembut dan
menggelora, mmmmmm.... sekali lagi music yang dihasilkan kurang
memberikan kelembutan yang kuharapkan.


Hasil yang rada mengganjal ini langsung kuutarakan dengan ko Djon
mengenai karakter Micro Head yang sepertinya terlalu tajam dan tegas,
dan hal ini diamini oleh Ko Djon yang mengutarakan bahwa Micro Head
ini dituning dengan lagu Patricia Barber.......... Pantes aja!

Test 2) Patricia Barber~ Cafe Blue

track 1: What A Shame, lagu dengan karakter suka-suka ^_^b .....
alunan slow dengan vokal berkesan malas-malasan dilanjutkan dengan
kombinasi perkusi, tambur dan electronica yg masih tergolong simple,
mmmmmmmm..... Heh? di sini mulai terasa ada "sesuatu" yang dimiliki
oleh Micro Head ini yakni speed dan kedinamisannya yang canggih.

track 10: A Taste Of Honey, lagu yang cenderung tenang dengan dominan
vokal diselingi gitar akustik dilanjutkan solo gitar plus perkusi dan
tambur. Mmmmmmmmm..... tetep, disini masih terdengar dengan baik
ketegasan dari setiap alunan dan petikan nadanya.

oke, cukup main-mainnya dgn lagu slow, langsung lanjut ke lagu andalan
dari album ini:

track 11: Nardis, lagu yang 3 menitan awalnya sangat slow dengan
kombinasi alunan vokal dan piano dengan range nada yang sangat jauh
dan mulai rumit, dilanjutkan dengan permainan kombinasi perkusi,
tambur, drum, piano dengan speed dan cukup menakjubkan, mmmm......
WeH!!!! langsung dah, kegarangan dan speed, harmonisasi dan dinamika
dari music langsung disalurkan dengan penuh energik oleh Micro Head
ini, gak kurang gak lebih, MANTABSSS CUYYYY............ tanpa terasa
badan ikut bergoyang menikmatinya.

Keerennnnnnn............

Test 3) The Benoit / Freeman Project

Track 1: Reunion, lagu Fusion yang klo gak salah sempet jadi theme
song dari RCTI, contoh terbaik dari kombinasi permainan Freeman dan
Benoit, lagu ini pun mampu direproduksi dengan ASOY GEBOY oleh Micro
Head ini, pasti membuat Toe Tapping.

Niiicccccceeee.......

Kesimpulan: Must Have item for Headphone User who love jazz fusion.

Spesial pada music dengan karakter cepat dan rumit dengan permainan
yang kompleks, music yang dihasilkan will hard to believe.

Kurang cocok pada musik slow vokal yang mengalun mengayun lembut mendayu.

Dengan karakternya yang relatif garang dan forward, lebih cocok
disandingkan dengan Headphone dengan karakter Netral ke LaidBack
semacam Sennheiser dan AKG ketimbang yang berkarakter Forward semacam
Ultrasone atau Grado......... But Hey, it's just my opinion, 'cause
it's about personal taste and preference.

Very Best Value, hard to beat at his price level or even at higher
price level.

Sekali lagi, Nice Job Ko Djon.

Taufik said...

to complete the review, equipment in used:
Denon DV2800 and interconnect TR blue color :)

ad brite 5

Your Ad Here

Adbrite 4

Your Ad Here